Arsitektur penyimpanan objek tingkat produksi: MinIO S3 (Pola Presigned URL, programmatic bucket lifecycle, SSE-KMS enkripsi) dan Cloudflare R2 (Zero egress bandwidth optimization, native V8 Workers binding, HTTP/3 Anycast edge).
MinIO adalah high-performance, Kubernetes-native private object storage engine dengan API kompatibilitas penuh terhadap Amazon S3, dirancang untuk infrastruktur cloud privat berskala multi-terabyte dengan proteksi data tingkat hardware.
Menjadi private on-premise object storage untuk menyimpan dokumen sensitif ISP, foto bukti instalasi drop-core teknisi, serta arsip invoice PDF pelanggan dengan proteksi WORM immutability.
Topologi penyimpanan MinIO on-premise terdistribusi dengan direct client presigned URL upload flow.
Meminta presigned URL ke backend lalu stream binary upload langsung ke MinIO.
Memverifikasi hak akses user, generate signature Presigned PUT, dan mengelola lifecycle bucket.
Menerima payload binary, mengenkripsi SSE-KMS, dan menulis data ke storage pool.
Sinkronisasi berkala berkas arsip invoice tahunan ke cold storage terpisah.
Menghindari proxying bandwidth upload/download pada application server dengan delegasi otentikasi cryptographic signature.
Provisioning bucket per cabang ISP secara dinamis dan automated batch cleanup objek sementara.
Setiap payload dienkripsi secara transparan sebelum ditulis ke disk dengan unique data key.
Rekonstruksi data otomatis dari bit parity saat terjadi disk failure tanpa downtime.
Pola arsitektur dan kapabilitas inti yang diterapkan langsung pada sistem produksi & riset performa
Klien teknisi mengunggah foto instalasi langsung ke bucket MinIO via URL bertanda tangan waktu terbatas tanpa membebani bandwidth backend server.
Aplikasi backend membuat bucket baru (MakeBucket) dan menghapus batch dokumen (DeleteBucket, RemoveObjects) secara terprogram via AWS S3 SDK.
Enkripsi berkas sensitif otomatis standar AES-256 saat data ditulis ke disk, menjaga privasi identitas dan kontrak pelanggan.
Riset konfigurasi hardware parity (K=12 data, M=4 parity) yang memungkinkan sistem tetap online walau 4 hard drive gagal serentak.
Penerapan retensi dokumen legal keuangan agar berkas tidak dapat dimodifikasi atau dihapus selama masa retensi hukum yang ditetapkan.
Rationale: Menghindari kemacetan memory RAM dan socket connection pool server API saat puluhan teknisi upload foto resolusi tinggi bersamaan.
Rationale: Mengotomatisasi isolasi penyimpanan per entitas tenant tanpa perlu intervensi manual tim DevOps.